ABSTRACT yang merupakan salah satu sarana pendidikan paling penting.

 

ABSTRACT
:

In this era of globalization,
education is a very important thing to be notice for the progress of a country.
Education is a conscious and planned effort to advance and build a critical
human mindset and as well as learning for learners actively developing their
own potential, personality intellectual level, morals, and people’s thinking
skills.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Keywords: Interest in Reading,
critical mindset, intellectual level.

         

1.             
 PENDAHULUAN

 

A.           
LATAR
BELAKANG

 

Pada era globalisasi ini,
pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan demi kemajuan
suatu negara. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memajukan dan
membangun pola pikir manusia kritis serta pembelajaran untuk peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, tingkat intelektual,
akhlak, serta keterampilan berpikir masyarakat.          

 

Setiap satuan pendidikan wajib
memiliki sarana belajar mengajar seperti, peralatan pendidikan, media
pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, serta peralatan belajar mengajar
yang memadai dan bisa digunakan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran.
Lebih dari 262 juta jiwa masyarakatnya di tahun 2018 membutuhkan buku yang
merupakan salah satu sarana pendidikan paling penting.

 

Buku merupakan salah satu media
informasi, hiburan dan edukasi yang bertujuan untuk memajukan pola pikir kritis
masyarakat indonesia. Hal ini membuka peluang besar bagi industri buku di
indonesia untuk terus berkembang. Dalam rangka mempertahankan minat baca
masyarakat Indonesia, sebagian besar pemilik modal mengembangkan toko-toko buku
seperti TOGAMAS, GRAMEDIA, Palasari, Gunung Agung, Rumah Buku, Elvira, dll. Hal
tersebut dijadikan contoh bagi penulis untuk membangun toko buku di Bandung.
Dengan fenomena yang ada, seperti minat baca dikalangan mahasiswa, merupakan
kesempatan bagi pebisnis untuk membuka usaha toko buku.

 

B.       
TUJUAN
DAN RENCANA

 

1. TUJUAN KEGIATAN

 

Usaha Toko Buku merupakan sebuah
usaha yang  mendukung  aktivitas mahasiswa dalam menuntut ilmu. Buku
yang terdapat di dalam toko ini haruslah buku-buku yang mendukung kegiatan
mahasiswa, sehingga banyak kalangan mahasiswa yang akan berkunjung dan membeli
buku-buku tersebut. Buku adalah salah satu media pembelajaran yang sangat
dibutuhkan mahasiswa, selain materi yang didapatkan dari para dosen. Buku juga
memberikan banyak informasi yang tidak didapatkan dari perkuliahan, sehingga
buku banyak diminati oleh para pembacanya.

 

Usaha toko buku di daerah kampus
akan memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi mahasiswa/masyarakat dalam
mencari informasi yang dibutuhkan, selain dari internet. Usaha ini akan mengalami
kerugian jika penempatan toko tersebut tidak strategis, juga mempunyai harga
buku yang tidak terjangkau oleh mahasiswa.

 

Maka dalam membuat suatu usaha
harus dipertimbangkan sasaran pembelinya, sehingga usaha dapat berjalan dengan
baik, lancar, dan berkelanjutan. Jenis buku yang harus ada dalam toko buku
harus sesuai dengan penempatan yang akan dibangun, agar sasaran penjualan tidak
melenceng.

 

 Faktor-faktor tersebut yang harus diperhatikan
dari usaha yang akan dibuat, karena jika hanya terdapat peluang tanpa
memperhatikan sekitarnya maka usaha tersebut mungkin tidak akan berlangsung
seperti yang kita inginkan. Keinginan dari setiap usaha yang dibentuk yaitu usaha
yang bisa berjalan dengan baik dan lama, selain itu keuntungan yang didapatkan
juga sesuai dengan usaha yang telah dilakukan.

 

2. RENCANA PEMECAHAN MASALAH

 

Rencana Building Bookstrore adalah sebagai berikut:

 

·          
Membangun
relasi dengan toko buku yang lainnya agar mempermudah lancarnya kegiatan,
seperti apa saja buku yang layak dijual kepada mahasiswa, ini hal penting yang
terkadang pebisnis lupakan. Dalam hal ini tinggalkan pikiran kita yang
menganggap bahwa kita bisa berbisnis sendirian. Membangun relasi sangat
dianjurkan oleh ilmu tentang Entrepreneurship.

 

·          
Penempatan
toko yang akan dibangun, hal ini perlu diterapkan, mengapa? Karena penempatan
usaha yang akan dibangun menentukan banyak tidaknya pengunjung yang akan datang
ke toko buku.

 

·          
Penentuan
harga, penentuan harga bisa dikondisikan tergantung tingkat kebutuhan
mahasiswa, terkadang buku yang mahasiswa butuhkan tidak sebanding dengan uang
saku mahasiswa, jadi penentuan harga harus sebanding dengan uang saku
masyarakat khususnya mahasiswa.

 

·          
Iklan,
pengiklanan akan lebih mengandung offline
tetapi juga tidak mengenyampingkan iklan berbasis online.

 

C. TINJAUAN PUSTAKA

 

1. Tinjauan tentang Menggaet Hati
Pelanggan

(Menurut buku Digital Entrepreunershift
karangan Muhammad Awaluddin).

 

Dalam bisnis apapun, kita butuh
pelanggan. Pelanggan adalah sosok yang harus selalu siap dilayani dengan baik
dan sesuai dengan kebutuhannya. Pelanggan sangat peting karena dari kehadiran
mereka bisnis bisa berjalan. Pebisnis butuh pembelian dan loyalitas dari pelanggannya.

 

Hal ini mengacu pada konsep
Manajemen Pemasaran bahwa pelanggan sendiri terdiri dari berbagai tingkatkan,
mulai dari level pembeli hingga klien dan advocate.

 

Terlepas dari level tersebut,
adalah intinya bagaimana mendapatkan dan mempertahankan pelanggan itu seni dan
strategi sendiri.

 

Berikut strategi terkait
bagaimana mencari dan menciptakan pelanggan hingga bagaimana memeliharanya:

 

·          
Winning (memengaruhi hati pembeli)

Memengaruhi calon pembeli yang
tadinya tidak ada minat sama sekali menjadi ada, dan itu adalah sebuah seni dan
strategi tersendiri. Idealnya, teori supply
dan demand. Ada kebutuhan,
tinggal menawarkan produk, langsung deal.

 

·          
Acquisition (Memenangkan hati pelanggan)

Akusisi merupakan salah satu
strategi merebut pelanggan daru pesaing. Pada posisi ini, strategi memindahkan
hati pelanggan dari pesaing juga terkadang butuh effort ekstra. Anda harus memiliki competitive advantage untuk mampu menggoyang hati pelanggan yang
tadinya berada di pihak pesaing.

 

·          
Retention (menjaga hati klien)

Ini adalah strategi menyangkut
bagaimana mempertahankan pelanggan yang ada, bagaimana menjaga loyalitas
pelanggan. Level pelanggan harus dinaikkan menjadi klien hingga advocator sehingga mereka akan menjadi
pembela dan promotor produk anda.

 

2.  Tinjauan Program Penentuan Harga

(Menurut buku Pemasaran Strategik
karangan Fandy Tjipto, Ph.D dan Gregorius Chandra).

 

Penetapan harga merupakan
tugas  kritis yang menjunjang
keberhasilan operasi organisasi profit
maupun non-profit. Harga merupakan
satu-satunya unsur bauran pemasaran yang mendatangkan pendapatan bagi
organisasi. Namun, keputusan mengenai harga tidak mudah dilakukan. Di satu
sisi, harga mahal dapat meningkatkan laba jangka pendek, tetapi di sisi lain
akan sulit untuk dijangkau oleh konsumen.

 

Dalam kasus tertentu, harga yang
mahal sekali bisa diprotes oleh lembaga konsumen dan bahkan mengundang campur
tangan pemerintah untuk menurunkannya. Sedangkan bila harga terlampau murah,
pangsa pasar dapat melonjak. Akan tetapi, marjin konstribusi dan laba bersih
yang diperoleh bisa jadi sangat kecil, bahkan tidak cukup untuk mendukung
pertumbuhan atau ekspansi organisasi.

 

D. ANALISIS SITUASI

 

Sebagai salah satu saran edukasi,
toko buku sering kali dikunjungi oleh mahasiswa, sampai-sampai pelanggan rela
menghabiskan waktu berjam-jam disana hanya untuk membaca buku. Ini artinya
melihat situasi tersebut peluang membuka usaha toko buku memungkinkan untuk
dilakukan.

 

Sama
halnya dengan perusahaan yang memiliki taraf lebih besar dengan jumlah konsumen
yang berbanding lurus, hal yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis ini adalah
RENCANAKAN ACARA-ACARA BEDAH BUKU BAGI PELAJAR. Hal-hal mendasar apa saja yang
harus ada?

 

·        
KUPON
DISKON

          Kupon diskon dalam pembelian buku
sangat dianjurkan ketika sebuah organisasi membuat acara disuatu tempat, hal
tersebut untuk medapatkan hati pelanggan. Karena keinginan pelanggan ada
prioritas utama.

 

·        
BUKU-BUKU
YANG AKAN DIBEDAH & SIAPA YANG MEMBEDAH

 

          Buku yang akan dibedah ketika
berlangsungnya acara harus sesuai dengan kemampuan ilmu pembedah, hal tersebut
agar mempermudah dan memperlancar acara tersebut.

 

·        
AKOMODASI
(ACCOMODATION)

          Selanjutnya rincian akomodasi yang
sudah termasuk dalam acara dan biaya akomodasi terpisah yang harus calon
konsumen tanggung harus jelas. Misalnya biaaya tiket tidak termasuk dengan
pembelian buku.

 

·        
FLEKSIBILITAS
(FLEXIBILITY)

          Terakhir sebagai perusahaan toko buku,
yang harus kita lakukan adalah mengedepankan kenyamanan konsumen. Dalam rincian
acara bedah buku, calon konsumen tidak bisa merekomendasikan buku apa yang akan
dibedah.

 

 

 

 

 

2.        
METODE

 

A. RANCANGAN KEGIATAN

 

Metode perancangan bisnis usaha
toko buku harus menentukan segmentasinya atau sasaran kepada siapa buku ini
harus dituju, toko buku yang akan dibanugun menunjuk mahasiswa sebagai objek
penjualan. Mengapa harus mahasiswa? Mengingat pesatnya teknologi dewasa ini,
mahasiswa dikhawatirkan malas membaca karena dimanjakan dengan canggihnya
teknologi seperti, gadget, media sosial, dll.

      

Media sosial yang seringkali
menghambat minat baca mahasiswa adalah Instagram,
Bigo Live, Game Online yang sedang booming (Mobile Legends, Clash of Clans, Run of Survival, AOV), hal tersebut
fenomenanya sangat terbukti jika teliti secara spesifik bisa kita lihat ketika
sedang di angkutan umum, rata-rata mahasiswa bukan lagi membaca buku tentang
ilmu pengetahuan melainkan membuka media sosial Instagram. Instagram adalah
media online berbasis internet yang fungsinya adalah sebagai sarana berbagi
foto/video kegiatan kita.

 

Maka dari itu rancangan yang akan
penulis susun sebagai berikut:

 

1. Mengenal waktu, maksudnya kita
sebagai mahasiswa harus membagi waktu antara membaca buku dan menggunakan madia
sosial dalam rangka meningkatkan pola pikiri kritis mahasiswa.

 

2. Membagi waktu, maksudnya dalam
mengkonsumsi media sosial harus mempunyai jadwal dan berapa waktu yang
direncanakan, seperti mempunyai batas waktu penggunaan media sosial contoh,
kita hanya mempunyai waktu untuk menggunakan media sosial 60 menit.

 

3. Membudayakan membaca,
maksudnya toko buku yang akan penulis buat tidak hanya untuk tempat berjualan
dan pembelian saja, tetapi akan mengadakan acara “Giat membaca mencerminkan tingkat
intelektual yang tinggi”.

 

B. PEMILIHAN SEGMENTASI

 

Memilih Segmentasi adalah target
atau sasaran yang akan diluncurkan kepada siapa, yang lebih spesifiknya penulis
akan menargetkan mahasiswa. Cara menarik perhatian mahasiswa untuk meningkatkan
minat baca dalam tujuan membangun pola pikir kritis pernah dilakukan oleh
sekertaris daerah Kota Bandung yaitu, Yossi Irianto. Pada saat itu senin
(22/5/2017) Yossi Irianto membuka acara Bedah Buku “Panduan Sekolah Madrasah
Ramah Anak” di aula kantor dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung. Jika
acara tersebut dijadikan budaya oleh pemerintah maka minat baca masyarakat
khususnya mahasiswa akan meningkat, sehingga kemajuan teknologi yang pesat
tidak akan mempengaruhi minat baca mahasiswa yang cenderung akan menurun.

 

Hal tersebut disebabkan karena
membaca buku sudah menjadi budaya yang asalnya dipaksa, terpaksa, dan akhirnya
terbiasa. Mahasiswa pada umumnya sangat bergantung pada internet dewasa ini,
namun perlu diingatkan kembali bahwa buku yang akan dijual akan lebih lengkap
dan lebih dipercaya kebenarannya, karena setiap penerbitan buku perlu pemikiran
yang sangat kritis dan ilmu yang sangat tinggi, lalu ketika di kirim ke
penerbit akan kembali dilihat oleh seorang editor mengenai penulisan dan mudah
tidaknya bahasa yang digunakan, mengingat target sasaran adalah mahasiswa
mungkin bahasanya tidak akan terlalu sulit untuk dipahami. Strategi tersebut
akan memperlancar penjualan, karena buku yang akan dijual tidak terlalu sulit
untuk dipahami.

 

C. BAHAN DAN ALAT YANG AKAN
DIGUNAKAN

Bahan dan alat yang digunakan
akan menunnjang penulis untuk membangun usaha toko buku, berikut bahan dan alat
yang perlu dipersiapkan:

 

 

·          
ETALASE

Etalase adalah lemari, kotak,
atau rak yang menggunakan kaca dibagian depannya, fungsinya untuk memamerkan
barang yang akan dijual atau pun tidak dijual. Dalam membangun toko buku, kita
harus mempunyai etalase untuk menunjang kelengkapan peralatan.

 

·          
RAK
BUKU

Rak buku sangat diperlukan untuk
pebisnis yang ingin membuka bisnis toko buku, fungsinya adalah untuk menyimpan
buku yang akan dijual.

 

·          
KOMPUTER

Komputer diperlukan untuk mencari
buku yang diinginkan oleh pelanggan, biasanya sebelum mencari bukunya,
pelanggan akan mencari komputer untuk mempermudah mencari buku yang dibutuhkan.

 

·          
MEJA

Meja digunakan untuk menaruh buku
yang lembarannya cenderung tebal. Selain itu meja diperlukan untuk kasir yang
berjaga, jasa penitipan barang, dan tempat untuk istirahat pelanggan.

 

·          
KURSI

Kursi digunakan untuk duduk bagi
pelanggan yang lelah akan mencari atau membaca buku.

 

·          
AC
(Air Conditioner)

AC diperlukan demi kenyamanan
pelanggan yang berkunjung untuk membeli buku. Pelanggan ingin tempat yang
dikunjungi tetap sejuk. Hal ini bisa menimbulkan kesan baik dari pelanggan
kepada toko buku tersebut.

 

·          
ALAT
TULIS

Biasanya toko buku tidak hanya
menjual buku saja, ATK (alat tulis kerja) pun biasanya diperjual belikan kepada
pelanggan seperti, pulpen, pensil, buku gambar, buku tulis, meja belajar,
penggaris, penghapus, tipe-x, jangkar, busur, dll.

 

Peralatan diatas, merupakan
peralatan dasar yang harus dipenuhi oleh pebisnis yang akan membangun toko
buku. Demi menunjang minat baca, harus diadakannya tempat istirahat untuk
pekerja yang ingin rehat sambil membaca buku di toko buku yang akan dibangun.

 

Adapun peralatan yang digunakan
untuk mempromosikan toko buku yang akan dibangun, yaitu sebagai berikut:

 

 

·        
MEDIA
CETAK

Media cetak dijadikan alat
sebagai ajang promosi ketika toko buku akan dibangun, meskipun media cetak
seperti koran dan majalah kalah saing oleh media online, namun selalu saja ada
masyarakat yang masih membaca koran dan majalah tersebut, hal tersebut
memudahkan promosi.

 

·        
BROSUR

Selain media cetak, brosur pun
merupakan sesuatu yang bisa mengenalkan toko buku yang akan dibangun.

 

·        
SPANDUK

Spanduk dibuat tidak terlalu beda
dengan brosur namun dari segi bentuk sangat berbeda. Namun tetap tujuannya
sama, yaitu untuk memperkenalkan bisnis yang akan dibangun.

 

D. DESAIN ALAT BESERTA KINERJA
DAN PRODUKTIVITASNYA

 

Dalam tulisan ini, penulis
menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, yang mana menurut Dr.
Elvinaro Ardianto dalam bukunya Metodologi Penelitian untuk Public Relations Kuantitatif dan
Kualitatif, yang mana metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana
alamiah (natural setting).

 

Metode ini akan menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
berperilaku yang dapat diamati. Pendekatan deskriptif juga menggambarkan dan
menganalisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berdasarkan kenyataan.

 

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

 

1.             
Teknik
Pengumpulan Data

 

Teknik pengumpulan data merupakan
langkah yang paling umum dalam sebuah tulisan, karena dalam sebuah tulisan,
esai atau pun penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan harus memiliki data
yang valid. Penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data saat proses penulisan,
berikut adalah tekniknya:

 

1.             
Studi
Pustaka

Disini penulis menggunakan studi
pustaka dengan mencari berbagai data sebagai pendukung tulisan/paper ini, yaitu:

 

·          
Referensi
buku

Referensi buku adalah sumber buku
yang mengandung korelasi dengan apa yang penulis tulis untuk memperlancar
kegiatan menulis.

 

·          
Internet Searching

Pengumpulan data dilakukan secara
online atau media internet dengan mencari dan mengumpulkan informasi-informasi
berupa data yang berkaitan dengan penulisan.

 

2.        
Studi
Lapangan

Adapun studi lapangan yang
penulis lakukan yaitu:

 

·          
Wawancara

Untuk memperoleh data atau
informasi yang akurat dan relevan, penulis melakukan studi lapangan dengan
mewawancarai narasumber.

 

·          
Observasi
non partisipan

Pada pengumpulan data dalam
penulisan ini, penulis melakukan observasi yang bersifat non partisipan, yang
mana penulis mengamati secara mendalam tanpa terlibat secara langsung dengan
permasalahan yang diambil.

 

F. TEKNIK ANALISIS DATA

Data yang diperoleh penulis dari
lapangan dilakukan analisis dengan tahap-tahap sebagai berikut:

 

1)       
Pengumpulan
data (data collection)

Data yang sudah diperoleh
selanjutnya akan disusun dalam bentuk tulisan berisi serangkaian informasi
sesuai dengan tema pembahasan yang penulis ambil.

 

2)       
Reduksi
data (data reduction)

Kategorisasi dan mereduksi data,
yaitu melakukan pengumpulan terhadap informasi penting yang terkait dengan tema
pembahasan.

3)    Penyajian data (data display)

Melakukan interpretasi data yaitu
menginterpretasikan apa yang telah diinterpretasikan responden terhadap tema
pembahasan.

 

4)    Penarikan kesimpulan (conclusion drawing)

 

Penarikan kesimpulan berdasarkan
susunan tulisan yang telah disusun, sehingga akan menjabarkan hasil analisis
dari data yang telah didapatkan.

 

 

5)    Evaluasi (evaluation)

Melakukan
verifikasi hasil analisis data dari berbagai sumber, tinjauan pustaka dan
responden yang didasarkan pada kesimpulan. Tahap ini berguna untuk menghindari
kesalahan interpretasi dari hasil seluruh data yang dapat mengaburkan persoalan
sebenarnya dari fokus tema pembahasan.

 

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A.                
HASIL

Hasil yang diperoleh penulisan papper mengenai Building Bookstore adalah sebagai berikut:

 

·      
Membangun
kreatifitas dalam seni membuka usaha dan menjalankan usaha.

 

·      
Melihat
peluang dalam membuka usaha, dan membudayakan membaca di Indonesia dalam rangka
mempertahankan minat baca mahasiswa dan meningkatkan pola pikir kritis
mahasiswa.

 

·      
Menemukan
berbagai referensi baru bagi penulis jika suatu saat ingin membuka usaha baru.

 

·      
Mengembangkan
strategi pemasaran yang bertujuan melancarkan usaha yang ingin dibangun.

 

 

B.                 
PEMBAHASAN

Usaha dibidang bisnis toko buku
bisa dikatakan menjanjikan, karena masyarakat khususnya mahasiswa selalu saja
mengunjungi toko buku untuk mendapatkan referensi lebih lengkap dan relevan
dengan apa yang diinginkan selain itu buku adalah media informasi, edukasi, dan
hiburan.

 

Beberapa syarat yang perlu
diperhatikan ketika akan membuka usaha toko buku adalah:

·        
Pelanggan,
pelanggan adalah yang terpenting dalam rangka ingin membuka usaha, kita harus
tahu benar segmentasinya kepada siapa selain itu kepuasan pelanggan adalah nilai
yang paling ditunggu ketika pelanggan menunjukkan ekspresi yang menyenangkan.

·        
Peralatan,
peralatan pun perlu diperhatikan saat kita ingin membuka usaha kita harus tahu
apa saja yang harus dipersiapkan, terlebih lagi toko buku, dan biasanya bukan
hanya buku saja yang diperjual belikan jadi ATK pun harus dipersiapkan. Dan
peralatan lainnya yang menunjang pembelajaran mahasiswa dan pekerja di
Indonesia.

·        
Harga,
harga harus sesuai dengan apa yang dijual, karena jika terlalu mahal
kemungkinan pelanggan akan mencari toko buku lainnya pun begitu jika harga
terlalu murah kemungkinan tidak akan menuai untung untuk mengembangkan usaha
yang kita bangun.

·        
Penempatan
dalam membuka usaha diusahakan strategis, jika ingin membuka usaha toko buku
yang segmentasinya mahasiswa, akan lebih baik jika penempatannya disekitar
kampus.

 

Selanjutnya penulis akan
memaparkan poin-poin yang harus diperhatikan agar menjadi penting, yaitu
sebagai berikut:

 

·          
Selain
hal diatas, toko buku akan lebih baik membuat profil di situs web, jadi
meskipun berbasis offline tetap saja
kita harus mengikuti zaman yang semakin canggih, toko buku kita harus mempunyai
profil di web yang akan memudahkan pelanggan untuk berkunjung.

 

·          
Memanfaatkan
media online pun harus bisa kita manfaatkan sebaik mungkin demi memajukan usaha
kita dengan begitu pelanggan yang akan datang banyak, maka toko buku yang akan
dibangun akan menjadi sarana edukatif masyarakat khususnya mahasiswa. Sebisa
mungkin toko buku kita bisa menjadikan masyarakat berpikir secara kritis karena
minat baca di Indonesia secara tidak langsung meningkat.

 

·          
Bagi
pengusaha yang baru membuka usahanya sebaiknya memberikan diskon yang menarik
perhatian pelanggan agar sempat berkunjung ke sarana informasi, edukasi,
hiburan. Pada awal membukan usaha memang pelanggan terlebih dahulu yang harus
diperhatikan karena dari mereka pulalah usaha kita akan maju, sebisa mungkin
memberikan pelayanan yang sangat baik dan ramah. Pekerja yang dicari pun harus
mempunyai daya pikat yang kuat dan berkemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan.

 

·          
Perluas
relasi bisnis. Selanjutnya melakukan hubungan atau kerjasama dengan berbagai
pihak yang berkaitan dengan toko buku. Seperti kampus, sekolah, mall yang mendukung
pembukaan usaha toko buku dan sarana bimbingan pembelajaran untuk masyarakat
demi kelancaran usaha yang akan kita bangun.

 

·          
Ikut
serta dalam acara yang diadakan pemerintah seperti, bedah buku bersama antar
mahasiswa dan dosen, ikut serta aktif dalam peluncuran buku terbaru dan ajang
pemberian penghargaan kepada penulis terbaik, hal tersebut untuk mempermudah
memperkenalkan usaha yang akan dibangun.

 

·          
Untuk
memperlancar berkembangnya usaha yang akan dibangun kita harus mencari pekerja
yang cerdas yang basicnya mengenali buku dan alat-alat tulis yang akan
diperjual belikan, selain itu pekerjanya pun harus mempunyai daya tarik yang
menarik perhatian, berpenampilan rapih, mempunyai sikap yang ramah dan sopan
untuk menunjang usaha yang akan dibangun.

 

4. KESIMPULAN

 

Dari beberapa pembahasan yang
penulis paparkan diatas, bisa penulis simpulkan bahwa banyak poin yang bisa
dijadikan kesimpulan, yaitu sebagai berikut:

·        
Berkembangnya
teknologi yang semakin pesat tidak dijadikan hambatan bagi siapapun yang ingin membangun
usaha, kita bisa mempertahankan budaya kita meskipun teknologi terus maju.
Tentunya minat baca salah satunya, tujuan tersebut tidak lain untuk membentuk
pola pikir kritis masyarakat khususnya mahasiswa.

·        
Memberikan
sarana pembelajaran secara edukatif kepada masyarakat, melalui buku-buku yang
memberikan informasi yang akurat dan ilmunya bisa di komunikasikan secara
berkelanjutan, sehingga diharapkan masyarakat khususnya mahasiswa bisa
membangun minat baca yang asalnya malas membaca menjadi ingin membaca.

·        
Segmentasi
yang tepat akan memperlancar usaha yang kita buat, kita harus mempunyai rencana
sasaran kepada siapa barang yang akan kita jual.

·        
Melihat
peluang usaha, usaha yang dibangun sudah terencana dan peluangnya besar.

·        
Entrepreneurship membangun relasi untuk
memperlancar rencana usaha apa yang akan dibangun.

·        
Menjadikan
pembelajaran secara spesifik dalam rangka mempertahankan minat baca masyarakat
dan meningkatkan pola pikir kritis masyarakat.

 

5.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.webbuku.com/tag/karya-ilmiah/

Buku DIGITAL ENTREPRENEURSHIFT
oleh: Muhammad Awaluddin, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta November
2015

Buku Pemasaran Strategik Edisi 2,
Oleh: Fandy Tjipto dan Gregorius Chandra.